Archive Pages Design$type=blogging

Begini loh caranya, Supaya Pemprov DKI mendapatkan sumber waras, dan batal terjual ke perusahaan lain

Pihak Rumah Sakit Sumber Waras memberikan penjelasan terkait proses pembelian lahan rumah sakit yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Dir...


Pihak Rumah Sakit Sumber Waras memberikan penjelasan terkait proses pembelian lahan rumah sakit yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Direktur Utama RS Sumber Waras, Abraham Tejanegara, mengatakan, proses jual beli mulai dilakukan pada pertengahan Mei 2014.

Ketika itu, pihak RS Sumber Waras mengetahui bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diberitakan telah membeli lahan RS Sumber Waras senilai Rp 1,7 triliun.

"Pada pertengahan Mei 2014, kami melihat running text bahwa Ahok (sapaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama) telah membeli RS Sumber Waras senilai Rp 1,7 triliun," ujar Abraham di RS Sumber Waras, Tomang, Jakarta Barat, Sabtu (16/4/2016).

Padahal, menurut Abraham, pihak RS Sumber Waras ketika itu tidak pernah menawarkan lahan mereka atau pun berhubungan dengan Pemprov DKI.


"Kami pada dasarnya tidak pernah menawarkan lahan RS Sumber Waras kepada Pemprov DKI," kata Abraham.

Sebab, sejak November 2013, RS Sumber Waras tengah melakukan pengikatan jual beli dengan PT Ciputra Karya Utama (CKU).
Dalam perjanjian jual beli, kata dia, PT CKU akan menjadikan lahan tersebut sebagai wisma susun.
Namun, karena dalam waktu yang ditentukan PT CKU tidak dapat memenuhi perjanjian tersebut, maka proses jual beli pun dibatalkan.

Selain itu, proses jual beli pun dibatalkan karena Pemprov DKI tidak mengizinkan pembangunan wisma susun tersebut.

Hal itu disampaikan Ahok saat bertemu dengan pihak RS Sumber Waras yang hendak mengonfirmasi pemberitaan pembelian lahan RS Sumber Waras oleh Pemprov DKI.

"Pada waktu pertemuan tersebut (dengan Ahok), Pak Ahok mengatakan bahwa pada dasarnya dan tidak mungkin perizinan itu diubah karena sampai saat ini DKI masih kekurangan rumah sakit," tutur Abraham.

Menurut Abraham, pihak rumah sakit hendak menjual sebagian lahannya untuk melakukan peremajaan.

Pada saat itulah Ahok menawarkan agar RS Sumber Waras menjualnya kepada Pemprov DKI.

"Di situlah Pak Ahok bilang, 'Kenapa lahan tersebut enggak dijual saja ke pemprov DKI tetapi dengan satu syarat dijual dengan harga NJOP?'," kata Abraham.

Akhirnya, tanah yang hendak dijual kepada PT CKU itulah yang dijual RS Sumber Waras kepada Pemprov DKI.


Mulanya, selain pembelian dengan harga NJOP, pihak RS Sumber Waras pun meminta harga beli bangunan senilai Rp 25 miliar. Namun, Pemprov DKI tidak menyetujuinya.

"Pada 17 Desember 2014 terjadi penandatanganan akta pelepasan hak dari RS Sumber Waras ke Pemprov DKI. Di dalam akta tersebut, harga tanah sesuai NJOP yang menganut pada PBB tahun 2014, yaitu Rp 20.755.000. Kedua, bangunan senilai Rp 25 miliar," papar Abraham.

Setelah bernegosiasi, pihak RS Sumber Waras pun mengabulkan permintaan Pemprov DKI dengan membatalkan harga pembelian bangunan.

Pemprov DKI pun membeli lahan seluas 36.410 meter persegi itu pada akhir 2014. "Jumlah tepatnya Rp 755.689.550.000, kita terima di rekening kita yang di Bank DKI, ditransfer," sebut Abraham.

Lahan yang dijual kepada Pemprov DKI ini merupakan lahan sayap kiri yang dimiliki RS Sumber Waras. Sementara itu, bagian sayap kanan RS Sumber Waras memilik sekitar 3,3 hektare.

Dalam sertifikat hak guna bangunan, lahan tersebut atas nama Yayasan Kesehatan Sumber Waras.

(Baca: BPN Jakbar: Lahan Sumber Waras Bukan Milik Pemerintah)

Menurut Abraham, total lahan seluas 69.888 yang terdiri dari dua bidang tanah itu hanya memiliki satu lembar PBB.

Abraham mengaku tidak mengerti perihal tersebut karena pemerintah yang mengatur itu.

"Itu yang mengatur dari pemerintah dan kita tidak tahu kenapa jadi satu, itu sudah berjalan sejak 1970, tidak pernah berubah," kata dia.




http://rumahwebindonesia.com/dynamic_webrm.php

PASTIKAN BISNIS ANDA MAJU. GUNAKAN 10 WEBSITE SIAP PAKAI, UNTUK KUASAI GOOGLE, HANYA 5,25 JUTA UNTUK 10 WEB SIAP PAKAI TERMASUK SERVER 1000 MB







    









   





COMMENTS

Nama

AGAMA AUTOS BISNIS EKONOMI FOREX&SAHAM HUKUM KRIMINAL INTERNATIONAL LIFE STYLE MISTERI NASIONAL NETIZEN POLITIK SPORTS TEKNOLOGI TRAVEL UFO ALIEN
false
ltr
item
TOP KONTROVERSI: Begini loh caranya, Supaya Pemprov DKI mendapatkan sumber waras, dan batal terjual ke perusahaan lain
Begini loh caranya, Supaya Pemprov DKI mendapatkan sumber waras, dan batal terjual ke perusahaan lain
https://3.bp.blogspot.com/-G2JIMIEM6fQ/VxNVJcmsdWI/AAAAAAAABdM/ZJU4pxUjTPQRKgy9OaDpFAVvC98hA1Y9QCLcB/s640/1321239IMG-20160416-110909-HDR-1460787360049780x390.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-G2JIMIEM6fQ/VxNVJcmsdWI/AAAAAAAABdM/ZJU4pxUjTPQRKgy9OaDpFAVvC98hA1Y9QCLcB/s72-c/1321239IMG-20160416-110909-HDR-1460787360049780x390.jpg
TOP KONTROVERSI
http://www.kontroversi.top/2016/04/begini-loh-caranya-supaya-pemprov-dki.html
http://www.kontroversi.top/
http://www.kontroversi.top/
http://www.kontroversi.top/2016/04/begini-loh-caranya-supaya-pemprov-dki.html
true
1529246797247278176
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago