Archive Pages Design$type=blogging

Akhirnya satu persatu kebenaran terungkap, Mantan team teman ahok, tunjukan bukti pembayaran pembelian KTP

Sebuah cuplikan gambar dari media televisi Inews TV menyiarkan mantan teman ahok yang membeberkan bukti kecurangan teman ahok, dimana tel...


Sebuah cuplikan gambar dari media televisi Inews TV menyiarkan mantan teman ahok yang membeberkan bukti kecurangan teman ahok, dimana telah membayar atau membeli KTP untuk pengumpulan suara ahok maju di pemilihan gubernur 2017. membeberkan bukti pembayaran pembelian KTP.
Informasi yang tersebar ke media sosial ni kontan menuai reaksi miring. dan judul artikel ini kami sadur dari reaksi netizen










http://anekapanel.com/

Produk Solar cell kami:

Rp.1.650.000,00
Rp.1.000.000,00
Rp.5.000.000,00










Keborokan pengumpulan satu juta KTP yang dilakukan Teman Ahok akhirnya terbongkar. Tidak ada yang namanya relawan, mereka justru bekerja dengan digaji. Pengumpulan KTP pun dilakukan dengan cara-cara licik, yakni membeli KTP dari kelurahan dan barter.
Sejumlah orang yang mengaku sebagai mantan relawan membongkar borok Teman Ahok saat mengumpulkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dukungan untuk calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Teman Ahok adalah relawan yang mengumpulkan KTP warga DKI sebagai bentuk dukungan untuk Ahok maju di Pilgub 2017 dari jalur independen.
Nah, adalah Paulus Romindah, Richard Soekarno, Dodi Haryadi, Husnul dan Romindo yang membeberkan keborokan pengumpulan satu juta KTP yang dilakukan Teman Ahok. Mereka ini mengaku sudah dipecat dari Teman Ahok.
Richard Soekarno, salah satu mantan Teman Ahok, mengatakan data yang disampaikan soal sudah terkumpul 1 juta KTP tidaklah benar. Dia tak yakin data KTP tersebut valid. “Teman Ahok pencitraan,” katanya dalam jumpa pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, (22/6/2016).
Dia mencontohkan culasnya proses pengumpulan KTP yang dilakukan Teman Ahok. Dia menyebut istilah pengumpulan KTP seperti berdagang. Artinya ada kemungkinan, satu nama dihitung beberapa kali.


“KTP satu orang bisa dimasukkan dari utara, bulan depan dari Timur, bulan depan masukan lagi dari barat. Ada verifikasi, dicoret, tapi banyak yang lolos. Karena verifikasi random,” kata dia.
Namun Richard menjelaskan tak semua pengumpulan KTP salah. Ada juga cara pengumpulan KTP yang benar-benar dilakukan dengan sah.
“Kalau modus di bawah yang riil, taruh di warung-warung, tempat belanja lagi makan makan itu kesadarannya isi. Makanya saya bilang Teman Ahok tidak semua benar dan tidak semua salah,” tambah pria yang bertugas sebagai penanggung jawab pengumpulan KTP di Kelapa Dua, Kebon Jeruk.
Dia mengatakan, tindakan ini mereka lakukan bukan karena sakit hati dikeluarkan dan Teman Ahok. Namun yang jelas, katanya, apa yang disampaikan adalah informasi valid karena dirinya ikut sejak awal relawan ini dibentuk

“Saya perekrutan paling pertama, dan diskualifikasi, saya bukan sakit hati. Meski memang tidak ada surat pemecatan. Saya tidak senang atas nama relawan, kami bukan relawan. Makin hari pembohongan semakin muncul. Saya terpanggil karena rakyat kita disuguhi politik kebohongan bukan pencitraan,” urainya.

“Saya bertanggung jawab secara moral , makin kemari kebohongan semakin nyata. Saya merasa berdosa karena rakyat kita dididik politik kebohongan,” ucapnya.

Richard juga mengaku curiga dengan dana operasional organisasi tersebut yang jumlahnya mencapai Rp 2,5 miliar.

Dia mengungkapkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menerbitkan surat perintah penyelidikan (sprindik) untuk memeriksa Teman Ahok. Bahkan jika dimintai bantuan, Richard dan eks relawan siap membeberkan sejumlah data operasional milik Teman Ahok.

“Kami berani ungkap ini karena sudah bicara dengan KPK. Kami siap berikan keterangan apabila dibutuhkan pihak berwenang, ada dana sekian terindikasi dari reklamasi. Mereka melakukan penyangkalan bahkan menantang untuk pembuktian, itu terserah mereka,” ungkapnya

Richard mengaku curiga, sebab Teman Ahok dalam menjalankan aktivitasnya seakan tidak pernah kehabisan dana. Padahal biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, seperti upah bagi para pengumpul KTP, hingga membayar fasilitas-fasilitas lainnya.

“Kalau kita hitung-hitung bisa lebih Rp 2,5 miliar, gampang kok matematikanya, belum ditambah fasilitas rekan-rekan, koran berapa? Biaya operasional berapa?” imbuhnya.

***

Menurut mantan Teman Ahok, bukti jika KTP yang dikumpulkan untuk Ahok tidak semuanya sukarela dari masyarakat. Bahkan KTP-KTP itu didapat dengan cara membeli.

Husnul, mantan penanggung jawab pengumpulan KTP Kecamatan Pulogadung memberikan alasan ketika disinggung latar belakangnya membeberkan proses pengumpulan KTP untuk Ahok.

Dia mengaku sama sekali tidak bermaksud menebar kebencian untuk Ahok. “Di Teman Ahok ini banyak kebohongan, tapi saya cinta sama Ahok. Saya ingin politik yang jujur, tapi kenyataannya begini,” ungkap Husnul.

Dia mengatakan, ada beberapa KTP yang memang betul-betul sebagai bentuk dukungan untuk Ahok. Tapi ada juga yang fiktif.

“Teman Ahok yang melakukan kebohongan jadi saya harus meluruskan. Saya tidak separah teman-teman dengan cara barter KTP. Saya mencari itu dari teman-teman untuk bantu saya, Nanti saya kasih cuma 1.000/KTP,” paparnya.

Senada, Dodi Haryadi mengungkapkan, KTP terkumpul banyak yang ganda. Menurutnya, ada honor yang diterima para relawan jika mampu mengumpulkan KTP dalam jumlah banyak.

“Kami sebagai penanggungjawab kelurahan dibayar untuk 140 KTP per minggu sebesar Rp 500 ribu atau Rp 2 juta per bulan,” ungkapnya di tempat yang sama, Rabu (22/6).

Menurutnya, di setiap kelurahan ada 153 orang penanggungjawab. “Jika mencapai target 560 KTP maka kami diberikan bonus Rp 500 ribu,” ujarnya.

Dia juga membongkar cara-cara memperoleh KTP. Pertama data KTP didapat dari program KKS Jokowi. Agar memenuhi 1 juta target para relawan bahkan beli ke sana-kemari.

“Beli dari oknum-oknum kelurahan atau RT, barter KTP dengan sesama rekrutan Teman Ahok di wilayah lain, membeli KTP dari beberapa counter pulsa dan cara yang lain,” tandasnya.

Sementara Richard menuding Teman Ahok menggunakan segala strategi demi memenuhi target 1 juta KTP. Banyak strategi yang dilakukan Teman Ahok dinilai sudah membohongi orang banyak. Salah satunya dari sistem barter.

Kwintasi pembayaran honor untuk relawan Teman Ahok

Contohnya, KTP yang dikumpulkan dari wilayah Jakarta Utara, pada bulan berikutnya digunakan untuk pendataan pengumpulan KTP di wilayah Jakarta Selatan. KTP itu dikirim dengan menggunakan jasa ojek online. “Kami terusik dengan tingkah laku Teman Ahok, relawan tidak begini caranya,” katanya.

Richard juga membantah kalau dirinya merupakan relawan Ahok. Pasalnya, sejak bergabung dengan Ahok bukan untuk relawan, tetapi memang untuk diperkerjakan.

“Sejak awal masuk Juni 2015 memang saya sudah ditawari gaji iya kan, itu artinya diperkerjakan, tapi kenapa mereka sebut ini Teman Ahok, bilang sebagai relawan,” sesalnya.

Atas hal tersebut, Richard mengaku kecewa karena secara sengaja para pendiri Teman Ahok dengan sengaja berbicara di publik bahwa organisasinya tersebut sebagai relawan.

“Dengan seperti itu kan artinya mereka berbohong, kalau memang ada keuntungan di situ seharusnya enggak usah bilang relawan. Ini perusahaan, kami ada kontraknya dan dibayar Rp 2,5 juta per bulan,” bebernya.


Oleh karena itu, lanjut Richard, dirinya secara resmi menyatakan tidak akan bergabung lagi dengan Teman Ahok. Selain karena kontraknya yang sudah habis juga karena kegiatan pengumpulan KTP banyak kepalsuan.

“Saya memang sudah habis kontrak, tapi juga ini kegiatan salah, banyak palsunya, karena ada pengumpulan KTP yang ditukar-tukar atau dibarter, ini pembohongan publik. Saya berani begini karena saya cinta masyarakat,” ujarnya.

Sementara, Penanggung Jawab (PJ) Posko Kamal, Jakarta Barat Paulusu Romindoh mengaku selama hampir setahun bekerja seperti di perusahaan. Sebab harus ada target yang dipenuhi hingga 140 KTP bila ingin dapat Rp 500 ribu. Maka, dengan ini dirinya sebagian besar dari 152 PJ di Jakarta itu melakukan manipulasi KTP dengan cara barter dengan kelurahan lain.

“Tidak ada data (KTP) yang riil dan bener. Sampai korpos (atasan PJ) bermain semua. Ada barter KTP misal, pinang ranti sudah setor 140 nah abis itu dibarter bulan depan dengan kelurahan lain misal Sukabumi Selatan. Verifikasi tidak maksimal. Mereka random nelepon, cuma 10-15. Itu yang ngajarin atasan kita. Kita susah karena ada,” kata Paulus.

Selain dibayar, lanjut Paulus, para eks relawan Teman Ahok mengaku mendapat berbagai fasilitas untuk membantu kerja mereka. Fasilitas yang dimaksud seperti seragam, hingga sebuah printer bagi setiap penanggung jawab KTP di wilayah atau kelurahan. Bahkan, bagi mereka yang bergabung sejak awal Teman Ahok dibentuk, mendapat fasilitas laptop. “Tapi kalau sudah keluar, semua fasilitas ditarik,” katanya.

Sementara untuk koordinator posko (Korpos) mendapatkan fasilitas telepon genggam. Di seluruh DKI Jakarta, ada sebanyak 19 koordinator pos. Mereka membawahi 5-10 tim pengumpul KTP, dan bila tim mereka mencapai target pengumpulan KTP, maka koordinator pos bisa mendapat honor sampai Rp10 juta.

“Kami memang kerja seperti perusahaan, karyawan dengan perusahaan, ada kontrak, ada honor, ada target. Bicara keuangan, ada yang kuning dan hijau kwitansinya, kami ada bukti kwitansi,” bebernya.

Paulus menegaskan,  apa yang disampaikan para pendiri Teman Ahok tidak semuanya benar. Karena itu, dia secara pribadi minta maaf kepada warga Jakarta. Bahwa kerja Taman Ahok yang selama ini diketahui sebagai kerja sukarela, ternyata mendapat gaji.

“Saya minta maaf pada warga DKI, atas informasi yang enggak semuanya benar dari mantan kami di Pejaten, kami pengurus di tingkat bawah, kami dikontrak, ada surat kerja (SK), kami tidak gratis, kami dibayar,” katanya.

***

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman langsung menanggapi fakta yang diungkap mantan Teman Ahok tersebut. Dia menyindir, Teman Ahok mestinya malu ada fakta yang terungkap demikian.

“Kok enggak malu ya,” kata Habiburokhman dalam akun Twitternya, @habiburokhman, Rabu (22/6/2016).

Dia pun terlihat senang dengan jumpa pers yang dilakukan oleh mantan relawan Teman Ahok itu. Dengan demikian, satu per satu klaim satu juta KTP dukungan terungkap fakta sebenarnya
“Makanya jangan takabur,” sembari memposting foto mantan relawan Teman Ahok yang sedang live di televisi.

Habiburokhman sendiri pernah membuat nazar bakal terjun dari Monas jika Teman Ahok berhasil kumpulkan 1 juta KTP untuk Ahok maju independen. Alhasil, dia menjadi bulan-bulanan pro Ahok saat Teman Ahok merilis sukses kumpulkan satu juta KTP belum lama ini.

Politisi PDIP, Arteria Dahlan menilai proses penggalangan dukungan yang dilakukan Teman Ahok pada akhirnya mempersulit proses verifikasi data. Sebab penggalangan 1 juta KTP untuk Ahok dilakukan di mal atau di posko-posko.

Berbeda dengan calon perseorangan lainnya yang justru mendatangi rumah-rumah pendukung dengan cara mencacah dukungan secara manual.

“Jadi konsepnya rumahnya dulu diketahui baru habis itu mana orangnya mana KTPnya. Kalau ini kan enggak, KTP nya dulu baru sekarang cari rumahnya, itu kan sulit. Jadi kebingungan sekarang,” kata Arteria di Gedung Konferensi Waligereja Indonesia, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Arteria yang juga anggota Komisi II DPR ini menyebut, sebagai pihak yang merevisi Undang-undang Pilkada, para pendukung calon independen harus dibuktikan secara fisik terlebih dahulu sebelum KTP sebagai identitas resmi pendukung. Sebab cara-cara yang digunakan oleh Teman Ahok menyulitkan saat verifikasi faktual dan rentan pemalsuan.

“Misalnya saya pakai alamat rumah orangtua tapi saya sudah tinggal di tempat berbeda, jadi kalau mau diverifikasi kan jadi sulit. Itu kalau yang benar. Kalau yang salah kan bisa saja orangnya tinggal di mana terus KTP-nya pinjem sama orang Jakarta buat dukungan Ahok,” jelasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik juga mempertanyakan jumlah pemasukan relawan Teman Ahok yang mencapai miliaran rupiah dari hasil penjualan merchandise. Dia menilai klaim Teman Ahok soal jumlah pemasukan itu hanya sebagai dongeng belaka.

“Ya bagaimana kan saya sudah bilang kalau itu mah cuma dongeng lah udah. Kalau orang dongeng bagaimana sih,” kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Wakil Ketua DPRD DKI ini menilai relawan Teman Ahok telah melakukan kebohongan publik soal sumber dana yang didapat untuk operasional mereka. Dia tak percaya, dengan warga yang diklaim telah membeli merchandise Teman Ahok itu.

“Dagang di mana, yang beli siapa? Yang beli yang sejuta orang itu, sudah ngumpulin KTP dia suruh beli juga? Jauh dah yang gitu-gitu mah enggak usah ngibul,” terang dia.

Menurutnya, pernyataan politisi PDIP Junimart Girsang soal sumber dana Teman Ahok yang jumlahnya miliaran itu lebih masuk akal ketimbang pemasukan dari hasil penjualan pernak pernik Teman Ahok. “Kan udah dibilang sama Junimart Girsang asalnya dari mana dananya,” ujar Taufik.

Sebelumnya, juru bicara teman Ahok, Amalia Ayuningtyas, melaporkan jumlah pemasukan yang mereka terima dari penjualan merchandise per Desember 2015 sudah mencapai Rp 5 miliar.







   




COMMENTS

Nama

AGAMA AUTOS BISNIS EKONOMI FOREX&SAHAM HUKUM KRIMINAL INTERNATIONAL LIFE STYLE MISTERI NASIONAL NETIZEN POLITIK SPORTS TEKNOLOGI TRAVEL UFO ALIEN
false
ltr
item
TOP KONTROVERSI: Akhirnya satu persatu kebenaran terungkap, Mantan team teman ahok, tunjukan bukti pembayaran pembelian KTP
Akhirnya satu persatu kebenaran terungkap, Mantan team teman ahok, tunjukan bukti pembayaran pembelian KTP
https://1.bp.blogspot.com/-6UqGxg74zuU/V2o90qCMK9I/AAAAAAAACgA/RUBwLPYge2UT53jaGFQ3bbDGU7cKSBqEgCLcB/s640/13524429_10208370216186071_8545862069640241964_n.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-6UqGxg74zuU/V2o90qCMK9I/AAAAAAAACgA/RUBwLPYge2UT53jaGFQ3bbDGU7cKSBqEgCLcB/s72-c/13524429_10208370216186071_8545862069640241964_n.jpg
TOP KONTROVERSI
http://www.kontroversi.top/2016/06/akhirnya-satu-persatu-kebenaran.html
http://www.kontroversi.top/
http://www.kontroversi.top/
http://www.kontroversi.top/2016/06/akhirnya-satu-persatu-kebenaran.html
true
1529246797247278176
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago